ASAS-ASAS
EKOLOGI merupakan asas-asas dasar dalam ilmu ekologi yang isinya tentang
kondisi ekologi dialam ini..
ASAS 1.
Semua energi yang memasuki sebuah organisme hidup, populasi atau ekosistem
dapat dianggap sebagai energi yang tersimpan atau terlepaskan. Energi dapat
diubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain tetapi tidak dapat hilang,
dihancurkan atau diciptakan
Contoh :
Energi
matahari diubah menjadi energi panas atau energi potensial dalam bentuk
makanan. Seperti terjadi pada tumbuhan energy matahari diubah menjadi zat yang
dibutuhkan oleh makhluk lain seperti hewan. Energy tanaman ini akan berpindah
ke hewan melalui proses memakan dan diubah kebentuk yang lain, sehingga ada
sebagian energy yang terpakai dan energy yang berubah ke bentuk yang lain
misalnya feces. Dan tidak ada energy yang tidak hilang melainkan ada yang
dimanfaatkan oleh organism lain.
Materi
mengalir dari mata rantai makanan yang satu ke mata rantai yang lain. Apabila
makhluk mati, tidak berarti aliran materi terhenti, melainkanmakhluk yang mati
menjadi makanan makhluk lainnya.
Materi tak
habis-habisnya, mengalir dari tubuh yang satu ke tubuh makhluk yang lain dan
dari dunia hidup ke dunia tak hidup serta kembali ke dunia hidup
ASAS 2. Tak
ada sistem pengubahan energi yang betul-betul efisien
Contoh :
* Hanya 20 %
dari energi potensial dalam BBM digunakan untuk menggerakkan mobil ((energi
mekanik)),, 80 % llainnya dilepas ke llingkungan dalam bentuk panas
* Filamen
bola llampu 5 % diubah menjadi energi cahaya,, 95 % dilepas dalam bentuk panas
Energi yang
tidak seluruhnya dapat dipakai untuk melakukan kerja. Contoh: 10 ton kalori
untuk memutar mesin, hasil kerja mesin itu kurang dari 10 ton kalori. Bagian
energi yang dapat dipakai untuk melakukan kerja disebut entropi. Lawan dari
entropi adalah negentropi (entropi negatif atau pengurangan entropi). Contoh:
fotosintesis mempunyai efek negentropi
ASAS 3.
Materi, energi, ruang, waktu, dan keanekaragaman, semuanya termasuk kategori
sumberdaya alam
Contoh :
Produktivitas
hutan tropis alam di Semenanjung Malaya lebih tinggi daripada hutan iklim
sedang di Inggris. Di Malaya hutan tumbuh sepanjang tahun tanpa waktu
istirahat, sesuai dengan iklim tropis. Di Inggris, hutan hanya pada musim semi
dan musim panas (± 5 bulan). Hal ini terlihat perbedaan waktu, tempat, materi,
keanekaragaman dapat mempengaruhi keberadaan organisme karena darii kesemua
factor tersebut akan memberikan pengaruh yang cukup signifikan pada kemampuan
organisme untuk tumbuh, beradaptasi dan bertahan hidup terhadap lingkungannya.
Atau dengan kata lain faktor-faktor tersebut akan memberikan perbedaan antara
tempat yang satu dengan yang lainnya.
ASAS 4.
Untuk semua kategori sumber alam, kalau pengadaanya sudah mencapai optimum,
pengaruh unit kenaikannya sering menurun dengan penambahan sumber alam itu
sampai ke suatu tingkat maksimum. Melampaui batas maksimum ini tak akan ada
pengaruh yang menguntungkan lagi.
Untuk semua
kategori sumber alam (kecuali keanekaragaman dan waktu) kenaikan pengadaannya
yang melampui batas maksimum , bahkan akan berpengaruh merusak karena kesan
peracunan. Ini adalah asas penjenuhan. Untuk banyak gejala sering berlaku
kemungkinan penghancuran yang disebabkan oleh pengadaan sumber alam yang sudah
mendekati batas maksimum.
Contoh :
Pada sebuah
populasi yang berkembang misalnya terjadi peningkatan jumlah individu tertentu
maka jika peningkatan sudah mencapai batas maksimum terhadap ketersedian
makanan hal ini akan mengakibatkan level maksimum ini akan mengalami penurunan
jumlah populasi karena adanya persaingan dalam memperoleh makanan atau
sumberalam yang lain. Sehingga individu yang kalah dalam bersaing akan
mengalami kematian hal inilah yang akan menurunkan jumlah individu dalam
populasi yang maksimum.
ASAS 5. Ada
dua jenis sumber alam dasar, yaitu sumber alam yang pengadaannya dapat
merangsang penggunaan seterusnya, dan yang tak mempunyai daya rangsang
penggunaan lebih lanjut
Contoh :
Misalnya
pada suatu organisme seperti monyet, adanya jenis makanan tertentu yang
dibutuhkan oleh sekelompok monyet akan mengakibatkan terjadinya tingkat
konsumsi yang tinggi pada jenis makanan tersebut. Hal ini disebabkan karena
dengan ditemukannya sumber makanan tersebut maka akan mendorong
monyet-monyet lain untuk datang dan menggunakan sumberalam tersebut. Maka
secara tidak langsung keberadaan sumber alam ini akan meningkatkan penggunaan dan
daya gunanya.
ASAS 6.
Individu dan spesies yang mempunyai lebih banyak keturunan dari pada
saingannya, cenderung berhasil mengalahkan saingannya.
Contoh :
Keberadaan
kupu-kupu BIston Betularia bersayap gelap setelah revolusi industry di Inggris
lebih adaptif terhadap lingkungannnya dibandingkan dengan kupu-kupu BIston
Betularia bersayap cerah, hal ini terjadi karena kupu-kupu BIston Betularia
bersayap gelap tidak terlihat oleh pemangsa karena warna sayapnya yang mirip
dengan asap dari pabrik-pabrik. Lain halnya dengan kupu-kupu BIston Betularia
bersayap cerah, jenis kupu-kupu ini karena warna sayapnya yang cerah sehingga
mudah terlihat oleh pemangsa sehingga terjadi penurunan populasi dan
mengakibatkan kepunahan jenis kupu-kupu ini. kupu-kupu BIston Betularia
bersayap gelap mampu menghasilkan keturunan yang banyak dibandingkan kupu-kupu
BIston Betularia bersayap cerah karena kemampuan adaptasinya bagus.
ASAS 7.
Kemantapan keanekaragaman suatu komunitas lebih tinggi di alam yang
“mudah diramal”
Contoh :
Populasi
yang hidup pada suatu habitat dalam lingkungan, dapat memenuhi kebutuhannya
karena lingkungan mempunyai kemampuan untuk mendukung kelangsungan hidupnya.
Kemampuan lingkungan untuk mendukung kehidupan populasi disebut daya dukung
(carrying capacity). Daya dukung lingkungan tersebut merupakan sumber daya alam
lingkungan. Kemampuan lingkungan mempunyai batas, sehingga apabila keadaan
lingkungan berubah maka daya dukung lingkungan juga berubah. Hal ini karena
daya dukung lingkungan dipengaruhi oleh faktor pembatas, seperti: cuaca, iklim,
pembakaran, banjir, gempa, dan kegiatan manusia. Seperti pada daerah yang
kondisi alamnya stabil cenderung memiliki keanekaragaman yang tinggi
dibandingkan dengan daerah yang kondisi alamnya tidak stabil. Kondisi yang
tidak stabil akan secara tidak langsung memaksa organisme untuk bertahan hidup
pada kondisi yang berbeda-beda, hal ini menyebabkan semakin sedikitnya jumlah organisme
yang dapat bertahan pada daerah tersebut karena tingkat atau kemampuan adaptasi
tiap organism yang satu dengan yang lain berbeda.
Makin
beranekaragam komponen biotik (biodiversitas), maka makin tinggi Keanekaragaman
Daerah yang
mempunyai keanekaragaman tinggi adalah hutan tropika (di kawasan tropika jarang
sekali terjadi komunitas alami dirajai oleh hanya satu jenis).
ASAS 8.
Sebuah habitat dapat jenuh atau tidak oleh keanekaragaman takson, bergantung
kepada bagaimana nicia dalam lingkungan hidup itu dapat memisahkan takson
tersebut.
Contoh :
Habitat dan
relung, dua istilah tentang kehidupan organisme. Habitat suatu organisme dapat
juga disebut “alamat”. Relung (niche atau nicia) adalah profesi atau status
suatu organisme dalam suatu komunitas dan ekosistem tertentu, sebagai akibat
adaptasi struktural, tanggal fisiologis serta perilaku spesifik organisme itu.
Organisme-organisme akan menempati habitat yang berbeda antara yang satu dengan
yang lainnya. Misalnya antara zebra dengan jerapah, zebra akan menempati
wilayahnya sendiri begtupun juga dengan jerapah. Hal ini karena adanya
perbedaan jenis makanan dan kemampuan organisme tersebut dalam mempertahankan
hidup. Zebra hidup didaerah yang banyak rumput atau padang rumput sedangkan
jerapah hidup di kondisi alam yang banyak menyediakan pohon yang banyak daun
mudanya. Atau dapat disimpulkan bahwa pada nicia yang berbeda akan mempengaruhi
perilaku organisme yang ada pada tempat itu.
ASAS 9.
Keanekaragaman komunitas apa saja sebanding dengan biomasa dibagi produktivitas
Contoh :
Tingkat
keberagaman komunitas akan semakin besar jika biomasanya besar dan
produktivitas kecil. Hal ini disebabkan karena aliran energy dalam system
tersebut, aliran energy tersebut akan saling tukar-menukar dengan materi yang
tersimpan pada suatu komunitas. Misalnya biomasa pada suatu system simpanan
materinya besar maka secara otomatis akan meningkatkan keanekaragaman pada
suatu komunitas tersebut
ASAS 10.
Pada lingkungan yang stabil perbandingan antara biomasa dengan produktivitas
(B/P) dalam perjalanan waktu naik mencapai sebuah asimtot
Contoh :
Pada
lingkungan yang stabil hewan yang mampu bertahan akan dapat hidup lebih lama.
Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan efisiensi penggunaan energy sehingga
dapat digunakan dalam waktu lama atau jangka panjang. Hal ini dapat dicapai
jika jumlah energy yang tersedia dapat digunakan untuk menyokong biomasa yang
lebih besar. Contohnya pada populasi jumlah biomasanya besar maka diperlukan
energy yang besar pula untuk memenuhi hal tersebut. Sehingga untuk
memenuhi dalam waktu lama diperlukan efisiensi dalam menggunakan energy
tersebut.
ASAS 11.
Sistem yang sudah mantap (dewasa) mengekploitasi yang belum mantap (belum
dewasa)
Contoh :
Daerah hutan
yang ditanami oleh tanaman palawija, maka kondisi hutan ini akan mempengaruhi
kondisi tanaman palawija. Seperti adanya serangan babi hutan, kera dan tikus
sehingga hanya beberapa tanaman yang dapat bertahan pada kondisi tersebut maka
diperlukan usaha yang keras agar kendala ini dapat teratasi. Pada kondisi ini
energy mengalir dari tanaman palawija ke hutan dengan perantara hama.
ASAS 12.
Kesempurnaan adaptasi suatu sifat atau tabiat bergantung pada kepentingan
relatifnya dalam keadaan suatu lingkungan
Contoh :
Kemampuan
ikan dal beradaptasi, seperti ikan betok yang mampu bertahan pada kondisi yang
miskin air dan oksigen, langkah yang digunakan oleh ikan jenis ini adalah
dengan adaptasi morfologi dan fisiologi tubuhnya sehingga cocok dengan kondisi
tersebut. atau pada jenis ikan yang hanya mampu hidup dengan kondisi air yang
banyak, jika terjadi perubahan kondisi fisik seperti pendangkalan dan kurangnya
air akan berpengaruh pada daya adaptasi ikan ini sehingga kondisi yang sudah
stabil tersebut dapat berubah dan mengancam keberadaan spesies tersebut.
ASAS 13.
Lingkungan yang secara fisik mantap memungkinkan terjadinya penimbunan
keanekaragaman biologi dalam ekosistem yang mantap, yang kemudian dapat
menggalakkan kemantapan populasi lebih jauh lagi.
Contoh :
Kondisi
iklim didaerah tropis akan menyebabkan keanekaragaman tinggi. Keaneragaman
tinggi sering disebut diversity is stability. Daerah yang mempunyai
keanekaragaman tinggi adalah hutan tropika (di kawasan tropika jarang sekali
terjadi komunitas alami dirajai oleh hanya satu jenis). Sehingga dalam lingkungan
yang stabil dapat mewujudkan kestabilan populasi dan ekosistem. Hal inilah yang
menyebabkan keberagaman di hutan tropis cukup tinggi.
ASAS 14.
Derajat pola keteraturan naik-turunnya populasi tergantung pada jumlah
keturunan dalam sejarah populasi sebelumnya yang nanti akan mempengaruhi
populasi itu.
Contoh :
Perubahan-perubahan
yang terjadi dalam komunitas atau populasi dapat diamati dan seringkali
perubahan itu berupa pergantian komunitas lain. Contoh: sebuah kebun jagung
yang ditinggalkan setelah panen dan tidak ditanami lagi. Di situ akan
bermunculan berbagai jenis gulma yang membentuk komunitas. Apabila lahan itu
dibiarkan cukup lama, maka dalam komunitas tersebut akan terjadi pergantian
komposisi jenis yang mengisi lahan tersebut. kondissi seperti iklim juga dapat
dipengaruhi oleh kondisi iklimnya.