Masalah-masalah
yang paling mendasar dan sering terjadi bagi kalangan anak kos adalah
salah satunya susahnya mengelola ataupun mengatur keuangannya baik
perbulan, perminggu maupun pertahun, namun biasanya anak-anak kos banyak yang mengelola uangnya perbulan. Sebagai
anak kost, tentunya uang yang diberikan oleh orang tua untuk memenuhi
segala kebutuhan kita hampir bisa dikatakan tidak mungkin cukup bagi
sebagian atau beberapa kalangan, apalagi khususnya bagi mereka yang
mendapatkan jatah bulanan sedikit dari orang tuanya yang mungkin
dikarenakan faktor kemampuan finansial keluarganya yang serba
kekurangan. Padahal selain untuk kebutuhan sehari-hari, terkadang juga
muncul keperluan-keperluan lain sifatnya tidak terduga dan mendesak
sehingga membuat anak-anak kos memutar otaknya untuk mengatur kembali
keuangannya yang bercukupan tersebut agar tidak defisit dan tercukupi
kebutuhannya sampai diakhir bulan. Seperti salah satu pendapat Mahasiswa
yang juga tinggal di salah satu tempat kostan, Anton. Mahasiswa
jurusan sejarah ini juga menuturkan bahwa dia sangat sulit sekali untuk
mengelola keuangannya, menurutnya uang yang dikirim oleh orangtuanya
sebenarnya cukup jika hanya untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari
seperti makan, perlengkapan mandi dan sebagainya, akan tetapi juga
muncul kebutuhan-kebutuhan-kebutuhan lain seperti penunjang informasi
yakni internet yang biasa digunakan untuk membantunya mengerjakan
tugas-tugas kuliah, selain itu dia juga mengatakan bahwa perlunya
hiburan-hiburan untuk menghilangkan jenuh setelah belajar terus menerus
seperti contoh Jalan-jalan kesuatu tempat hiburan, maka pasti hal
tersebut juga akan mengeluarkan dana lebih, seperti biaya transport
ataupun bensin bagi yang mempunyai kendaraan.
Selain
banyaknya kebutuhan, ternyata salah satu faktor penyebab seringnya
ank-anak kos mengalami defisit setiap bulannya dikarenakan oleh faktor
kebebasan.
Kebebasan
disini lebih kepada berkaitan dengan persoalan gaya hidup, mengikuti
zaman dan sebagainya. Gaya hidup yang semakin tinggi pastilah membuat
kita untuk menuntut menghabiskan uang yang begitu banyak. Alasan untuk
tidak mau ketinggalan zaman atau kuno hingga akhirnya kesulitan bergaul
dengan orang lain yang menjadi alasan untuk mengunakan uang demi
tuntutan gaya hidup masa kini, faktor inilah yang sebenarnya sangat
besar pengaruhnya didalam sulitnya
memanajerial keuangan anak-anak kos dalam perbulannya, karena uang yang
seharusnya sudah tercukupi untuk makan dan perlengkapan lainnya selama
sebulan harus disisihkan untuk kebutuhan lain yang sebenarnya kurang
penting. Namun karena rasa malu dan gengsi tersebut dengan terpaksa
beberapa atau sebagian kalangan anak kost yang rela menelantarkan
kepentingan utamanya demi tuntutan gaya hidup tersebut, padahal masih
banyak sebenarnya kebutuhan-kebutuhan lain belum tercukupi dan harus
terpenuhi. Meskipun pemasukan dari orang tua sudah mencukupi bahkan ada
juga yang berlebih masih banyak terdapat anak kos yang kehabisan uangnya
sebelum pada waktunya. Maka disini kebutuhan primer, sekunder dan
tersier menjadi sangat sulit untuk dibedakan, karena disulitkan antara
membedakan diantara kebutuhan dan keinginan, akibat dari tidak bisanya
membedakan antara keinginan dan kebutuhan tersebut, maka sulitlah untuk
mengelola pemasukkan keuangan tersebut.
Kebutuhan
anak kost yang paling utama sebenarnya adalah makan, transportasi dan
biaya kuliah (beberapa orang, uang kost termasuk kedalamnya). Lalu
beberapa kebutuhan-kebutuhan lainnya yang dulunya tersier saat ini mulai
meningkat meningkat menjadi kebutuhan sekunder bahkan ada yang
meningkat menjadi kebutuhan primer bagi sebagian kalangan orang. Tidak
bisa dipungkiri kebutuhan untuk komunikasi melalui internet dan juga
handphone saat ini sudah mulai masuk sebagai kebutuhan sekunder ataupun
primer bagi sebagian orang. Internet dibutuhkan didalam mencari
informasi-informasi yang berguna bagi dirinya dan juga diperlukan untuk
mengerjakan tugas-tugas kuliah yang diberikan, sedangkan handphone atau
telepon selular wajib dimiliki oleh anak kost , karena untuk
berkomunikasi dengan teman-teman kuliah maupun teman lainnya sangat
dibutuhkan apalagi tanpa terkecuali orang tua dan keluarganya. Namun
jika handphone tersebut jika digunakan secara berlebihan maka akan
membawa dampak juga bagi orang tersebut, misalnya jika digunakan untuk
sms san atau teleponan secara terus menerus dengan pacarnya atau
siapapun pasti kan memakan pulsa yang lumayan banyak, begitu juga dengan
pemakaian jasa internet, padahal biaya untuk internet dan juga pulsa
untuk handphone lumayan cukup besar bagi keuangan yang kita miliki. Maka
hal ini akan membuat bertambahnya kebutuhan anak kost. Oleh dari itu
kebijakan didalam pengaturan uang sangatlah diperlukan. Sesuai dengan
namanya kebijakan merupakan prinsip atau cara bertindak yang dipilih
untuk mengarahkan kepada pengambilan keputusan, yang disini hubungannya
dengan cara manajerial keuangan bulanan anak kost. Maka jika memiliki
kemampuan untuk menahan keinginan
dan membedakan antara berbagai jenis kebutuhan merupakan modal dalam
mencapai manajemen keuangan yang baik. Jadi bagi setiap anak kost
pastilah masalah klasik ini sangat sering dihadapi dimana selalu
mengalami defisit keuangan disetiap bulannya dan belum tahu bagaimana
cara mengatasinya.
Terus, bagaimana solusinya?
Sebenarnya
konsepnya sangat sederhana, karena berapapun uang yang kita miliki itu
tidak akan berarti jika salah didalam mengatur ataupun mengelolanya.
Yang dibutuhkan dalam persediaan keuangan bukanlah bagaimana kita bisa
mendapatkan uang yang banyak untuk kita manfaatkan, melainkan bagaimana
cara atau gaya hidup kita dalam menggunakan uang tersebut. Semestinya,
uang yang kita terima dari orang tua kita harus benar-benar dimanfaatkan
semaksimal mungkin sesuai dengan kebutuhan hidup yang diperlukan bukan
sesuai dengan keinginan hidup kita. Disini perbedaan antara kebutuhan
dan kepentingan hidup ialah terletak kepada tujuannnya, kebutuhan hidup
berarti sesuatu kepentingan yang mendasar dan harus tercapai, sedangkan
keinginan hidup merupakan suatu perasaan yang timbul untuk mendapatkan
sesuatu yang sebenarnya kebutuhan tersebut tidak vital atau pokok
melainkan hanya kebutuhan yang sifatnya sebagai pelengkap, maka dapat
disimpulkan kebutuhan lebih kepada hal-hal pokok yang memang harus
terwujud, sedangkan keinginan lebih kepada nafsu untuk mencapai
kebutuhan sebenarnya kurang penting. Menjadi
anak kost banyak sekali pelajaran yang bisa kita dapatkan, hidup
menjadi anak kost bukanlah suatu kehidupan tetap yang harus kita jalani
selamanya, karena hidup seperti anak kost seperti ini ibarat sebuah
transit sebelum nantinya kita akan merasakan bagaimana hidup yang
sebenarnya dengan usaha dan kerja keras sendiri, maka disini kita
dilatih untuk hidup lebih mandiri dan bisa mengelola keuangan maupun
segala sesuatunya sendiri. Maka dari itu disini yang kita perlukan
hanyalah bagaimana hidup untuk bertahan hidup, bukanlah hidup untuk
mengembangkan hidup. Selanjutnya, ada
beberapa cara ataupun tindakan yang dapat kita lakukan untuk bisa lebih
meningkatkan kualitas manajerial keuangan kita didalam mengelola
keuangan pribadi kita sebagai anak kost. Berikut ini ada cara-cara
sederhana yang bisa kita lakukan.
Pertama, biasakanlah untuk lebih
rasional dalam mengutamakan kebutuhan daripada keinginan dalam hidup
kita, Disini kita ditekankan
untuk lebih cermat lagi didalam memilih antara kebutuhan yang memang
penting atau hanya kebutuhan yang sekedar untuk memuaskan nafsu sesaat
saja.
Lalu yang Kedua, biasakan diri untuk menabung, hal ini sangat
penting karena dengan menabung bisa untuk mengatasi akan kemungkinan
hal-hal yang tidak terduga misalkan saja ada musibah tertentu ataupun
ada kebutuhan yang tiba-tiba muncul dan harus dipenuhi.
Kemudian yang
Ketiga, cari sumber alternatif
lain untuk menambah uang kita selain yang bersumber dari orang tua jika
memungkinkan, disini dimaksudkan dengan kata lain kita mencari
pekerjaaan sampingan untuk menambah sumber keuangan, misalnya bisa
dengan membuka les privat yang sesuai dengan kemampuan ataupun jurusan
kita dan masih banyak pekerjaan-pekerjaan lain.
Selanjutnya yang
Keempat, biasakan diri kita untuk hidup secara berlebih-lebihan, maka
disini kita harus bijak didalam memenuhi kebutuhan dan belajar untuk
hemat, dan juga hidup boros atau konsumtif merupakan suatu sikap yang
kurang bagus.
Dan yang Kelima, selalu mengikuti berita perkembangan
perekonomian di negara ini, supaya jika ada isu-isu kenaikkan harga
sembako maupun yang lainnya kita bisa lebih cepat mengantisipasinya. Itu
semua merupakan lima hal pokok yang perlu kita cermati didalam
mengelola keuangan pribadi kita, agar kita bisa mencegah ataupun tidak
akan mengalami defisit diakhir bulan nantinya. Dan juga saran yang
terakhir sebaiknya pada awal menerima uang bulanan, sebaiknya anak kost
dapat menyisihkan dahulu uang untuk kebutuhan utama atau rutin. Semakin
banyak jenis kebutuhan yang dapat diperhitungkan sebagai pengeluaran
rutin, semakin mudah dalam mengaturnya. Contohnya saja didalam jatah
uang makan dalam perharinya. Sehingga uang makan dapat diperhitungkan
dengan baik, begitu pula dengan uang untuk pulsa, transportasi dan
sebagainya. Pengeluaran yang dikategorikan rutin dan utama ini
dipastikan dapat dipenuhi terlebih dahulu maka pembayaran bulanan pun
dipastikan tidak terlambat sehingga tidak mendapat tagihan akibat
penunggakan. Dan sisanya dapat digunakan untuk kebutuhan tambahan atau
pengeluaran tak terduga.
Sebenarnya
tidak perlu dengan memiliki sumber yang besar agar kita tidak mengalami
defisit didalam pengelolaan keuangan kita, tetapi yang harus diperlukan
adalah bagaimana kemampuan manajerial uang yang baik didalam mengelola
sumber keuangan yang ada agar dapat mencukupkan antara jumlah uang
dengan dengan berbagai kebutuhan hidup kita, dan
jika itu berhasil atau sukses dilakukan secara teratur, maka akan
tercipta keseimbangan diantara pemasukkan dan pengeluaran.